HAPPY
MORNING!
Subuh menjelang, alarmpun juga
berbunyi. Sengaja kupasang alarm karena hari ini adalah hari yang
kutunggu-tunggu. 3 Desember, waktunya praktikum (Nyambi mbolang) ke krakatau,
ya..ya... hari ini aku dan teman-teman 1 angkatan akan mengunjungi gunung
bersejarah yang letusannya terasa sampai ke luar negeri itu. Sejak semalam aku,
Yulia, dan Fitria sudah bersiap-siap, packing barang-barang yang sekiranya
dibutuhkan saat mbolang (baca:praktikum) disana. Baju (beserta seperangkat
pakaian dalam), jas hujan, sepatu, dan tak lupa,,, makanan pribadi yang berguna
saat kita lapar dan belum dapet jatah makan dari seksi konsumsi (BTW, seksi
konsumsinya saya).
Oke lanjut ke suasana subuh yang
nenyenangkan itu. Aku mandi dengan bahagia di kamar mandiku (ya iyalah masa
kamar mandi tetangga) yang indah itu, walaupun dengan kondisi pintu rusak.
Seusai mandi, sekitar jam setengah 5, aku gunakan untuk tiduran karena udara di
subuh buta itu masih dingin. Oh ya, saat itu aku masih “M” sehingga tidak menunaikan
sholat subuh. Pukul 05:20, Yulia mengajakku untuk membeli sarapan. Kami sudah
terbiasa sarapan di subuh buta, apalagi kalau hendak bepergian, kami pasti
HARUS sarapan, biar kagak tepar di jalanan. Kalo kita tepar di jalan, kasian
seksi kesehatannya rempong ngurusin kita. Apalagi Yulia, kalo mabok dia bisa
aja makan beling sama kursi jok bis (ini kuda lumping apa orang??).
Kami makan di warung langganan
kami, lalu Nisa juga makan disana, so kami makan bertiga. Dengan tenang kami
menghabiskan butir demi butir nasi yang ada di piring, sambil ngobrol tentang
apa-apa yang akan di bawa masing-masing. setelah usai breakfast, kami pulang.
Ternyata Nisa tidak membawa motor, sehingga dia minta diantar ke kosan, so kita
BOTI.
“haha, kita kayak orang habis
pulang dari nonton orgen”, Kata Yulia.
“Iya BOTI jam segini, kayak anak
kosan yang pulang dari nonton orgen, karna semalem gak dibukain gerbang”Kataku.
Kami tertawa.
Akhirnya sampai di kosan Nisa.
“Makasih ya..... kata Nisa dan
dia masuk ke gerbang.
Aku sempat melihat, di kosan Nisa, ada anak Biologi A yang
sudah menenteng Tas, siap berangkat ke kampus.
“weeee, kok udah pada mau
berangkat ye... lah kita aja belum dandan, belum ganti baju.....”Kataku pada
Yulia.
“sebenernya jam berapa sih ini,,, kok pagi amat ya mereka
berangkatnya”Kata Yulia, dan tanpa basa-basi, kita ngebut.
Di jalan, kami bertemu PRONGKOLAN ONGGOK yang juga sudah
berjalan kaki menuju kampus.
“hei Fitriawan, kok kamu udah berangkat....”, Teriak Yulia.
“Lho kan kita jam 06:00 sudah harus kumpul dan berangkat”,
Kata Onggok (Fitria) dengan wajah lempeng.
Tanpa basa-basi Yulia tancap gas, karena ternyata jam sudah
hampir pukul 06:00, dan kami belum ganti baju juga.
Aku terburu-buru, takut nanti
telat dan diocehi teman-teman. Akhirnya dengan aksi cepat, kami slesai dandan
dan langsung menuju kampus. Kami diantar teman Kosan, namanya Cindy. Kalau kita
jalan, pasti keburu tepar dijalan sebelum naik bis, barang dan makanan kita
cukup banyak. Makasih buat Cindy heheh.
Sampai di kampus ternyata kedua
bis sudah parkir di depan kampus. Ku lihat kedua bis itu dengan seksama... tak
ubahnya saat di Tanjung setia waktu itu... bis 1 besar, dan bis 2 kecil. Aku
yakin pasti kelas B naik bis kecil, dan keyakinanku terbukti saat kami diminta
untuk segera naik di bis masing-masing. kami, kelas B naik di bis yang imut
itu. Seperti biasa, Anggraeni, Puspita, Syafitri, Ariska, Aku dan Yulia duduk
di kursi depan.
Kami sudah menempati posisi
masing-masing dan di kursi-kursi belakang juga sudah terisi oleh beberapa anak
cowok juga. Aku duduk dengan tenang di kursi bis kecil imut itu, sambil melihat
teman-teman diluar yang masih rempong kesana-kemari, terlihat sibuk. Aku melihat
Pramuditha dengan kemeja kotak-kotak (mungkin Pramuditha adalah salah satu
Jokowers/jokowi lovers), dan tas besar dipunggungnya lengkap dengan tikar kayak
kepunyaannya para TNI gitu (entah dia ngerampas itu dari mana,aku gak peduli
dan gak akan nanya-nanya soal tikar itu). Pramuditha juga masih rempong diluar
sana, hipotesisku sih Pramuditha bingung memilih bis mana yang akan dia
tumpangi. Mungkin dia lagi memikirkan bibit, bobot, bebetnya kedua bis itu. Aku
tertawa sendiri (bukan gila tapi). Setelah mempertimbangkan segala hal,
akhirnya Pramuditha memilih bis 1. Dia masuk ke dalam bis, dan aku tak tau lagi
apa yang dia lakukan disana.
Pak Wane dan Pak zen masuk ke
dalam bis kami yang imut. Setiawan dan Fitria yang sejak tadi duduk di kursi
samping kiriku, dengan agak terpaksa memberikan kursi pilihannya kepada kedua
dosen kami yang tercinta (-_-) itu. Asyik pak Wane ada di bis kami, pasti nanti
sepanjang perjalanan, wajah-wajah cantik kami terekam dalam kamera Pak Wane.
Dan benar saja, Pak Wane membawa 3 kamera (Kayaknya memang 3 kok), siap untuk
memotret kami.
Sudah jam 06:30 tapi bis belum
juga jalan. Apa ya yang ditunggu...? ternyata setelah aku mewawancarai beberapa
narasumber, didapatkan informasi bahwa bis belum berjalan karena masih menunggu
MARIAM.... OMG Mariam lemot juga ye... jam segini belum dateng juga,
masyarakat...... semalem mungkin dia begadang nonton film india kali ye. Dan kami
sabar menunggu Mariam sambil foto-foto di bis. Setelah agak lama menunggu
kedatangan nyonya Mariam, akhirnya dia datang juga,dan bis pun melaju pukul
06:45. Perjalanan dimulai.
Komentar
Posting Komentar