SI PENGAMAT TIDUR
Kami kembali ke
kamar penginapan setelah bakar ayam dan nongkrong di dermaga, sekitar pukul
21:30. Beberapa teman sudah tidur, ada juga yang masih curhat, mungkin curhat
tentang perjalanan yang telah dilewati hari ini. Sebagian besar dari mereka,
tidak menyukai perjalanan tadi, termasuk aku juga. Yang paling tak kusukai
tentu saja “Naik kapal, dan kamar mandi penginapan yang sama sekali nggak
rajin”. Tapi sebenarnya banyak juga sisi positif dari sebuh perjalanan bersama,
yaitu Rasa kebersamaan, rasa kepedulian rasa tolong-menolong.... dan dari
sebuah perjalanan kita bisa melihat sisi “ASLI” dari teman kita.
Rasa
kebersamaan telah ku lewati dengan Wanita durjana dan beberapa teman yang
lainnya. Kebersamaan yang paliiing indah ialah, “Saat Mabok di kapal!!!” ya itu
salah satu kebersamaan yang gak aku lupakan. Dan yang kedua, saat mandi di
dalam satu kamar mandi, bersama Yulia dan Wulandari.
Rasa
kepedulian juga hari ini telah ku lewati, yaitu pada moment Mawwadah yang
kakinya kram di belantara mangrove. Kami menolong Mawadah, bahkan waktu di
pulau umang-umang, aku, Yulia, dan Wanita Durjana sampai rela tidak ikut
berenang dan foto, karena menemani Mawadah yang kakinya masih Kram.
Oh ya,,, ada
yang terlupakan, saat kita bepergian bersama, pasti kita bisa melihat dan
membuktikan bahwa teman seperjalanan kita itu Pelit ataukah Dermawan. Sifat itu
kadang tidak nampak dalam kegiatan sehari-harinya. Berbagi makanan, berbagi
minuman, atau hanya sekedar berbagi tissue sudah mencerminkan bahwa “Dia” teman
yang dermawan. Jika ada teman yang membawa banyak makanan, tapi hanya disimpan,
tidak dimakan, meskipun dia melihat ada teman lainnya kelaparan, nah itulah
orang yang “Pelit”.
Kata orang hemat
berbanding lurus dengan pelit. Kalau menurutku, itu beda!!. Benar-benar beda!. Hemat
merupakan sifat yang mampu mendaya gunakan uang dengan sebaik mungkin, tidak
mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak penting (contoh hal yang gak
penting: nyebar duit di sungai, beli bubur 1 panci terus ditumpahin ke jalan,
dll). Sedangkan pelit, ialah sifat yang “nggak mau rugi” dan Motto nggk mau
rugi itu diwujudkan dengan “Tidak mau memberi apapun untuk orang lain, termasuk
makanan dll”. Orang pelit memandang bahwa sedekah itu membuat miskin. Padahal
dalam islam jelas, bahwa bersedekah itu membuat kita semakin diperluas
rezekinya.
Anyway.... kok pembahasan kali
ini jadi sok bijak gini ya,,,
Ngomonin hal
lain yang menarik untuk diamati ketia sedang bepergian dan menginap bersama
adalah, “Gaya Tidur”. Semua orang punya gaya tidur yang unik-unik. Ada yang
tidur dengan posisi meringkuk, ada yang mangap (mulut terbuka), ada yang posisi
gak karuan, ada yang posisi rapi (berselimut dan gak banyak tingkah, contoh
realnya gue sendiri), ada yang tidur sambil nutupin mata pakek tangan, ada yang
selimutnya ditarok di muka,,, dan lain-lain.
Pengamat tidur
yang sukses kali ini adalah,,,,, Yulia, dan Puspita! Ya mereka, dua orang yang
tak tau diri telah mengamati kita-kita yang lagi tidur, bahkan sempat-sempatnya
mereka memotret kami.
Sebenarnya aku mendengar kelakuan
bejat mereka. Saat itu aku tidur diantara Wanita Durjana dan Fitria. Aku sudah
setengah tidur, tapi masih bisa mendengar mereka cekikikan. Si pengamat tidur
sialan itu memotret kami satu per satu, parahnya suara kameranya berbunyi
“Cekrik”...
Tak kutanggapi aksi mereka,
biarkanlah, mereka sepuas hati mengamati kami tidur.
Komentar
Posting Komentar